Rabu, 18 Desember 2019

DAWET HITAM MANIS YANG SEMAKIN EKSIS


DAWET HITAM  MANIS  YANG  SEMAKIN  EKSIS
D
awet Ireng sebenarnya adalah minuman khas daerah Butuh, sebuah kecamatan di wilayah paling barat dari Kabupaten Purworejo. Dikenalkan pertama kali sekitar tahun 1950 oleh Bapak Ahmad yang pertama kali membuka daganganya di warung ala kadarnya di sebelah timur jembatan Butuh ( perbatasan Kab. Kebumen dan Kab. Purworejo ).  
Dawet Ireng adalah semacam minuman es cendol , tetapi  cendolnya berwarna hitam. Ireng yang berasal dari bahasa Jawa berarti hitam. Warna hitam diperoleh dari pewarna alami yaitu abu bakar jerami yang di campur air kemudian di saring, menghasilkan warna hitam alami sebagai pewarna dawet / cendol. Menjadi istimewa karena selain berwarna hitam pekat, juga penyajian yang sangat khas, yaitu jumlah dawet / cendolnya lebih banyak dari kuah santan dan sirup gulanya . Selain itu konon dawet ireng ini berkhasiat sebagai pereda panas dan memperlancar pencernaan. Sangat pas jika di sajikan dengan di tambah es batu dan tapai ketan, rasa manis, gurih tentulah menggoyang lidah. 

Meski tergolong kuliner sederhana, namun kini Dawet Ireng Purworejo, telah merambah ke berbagai wilayah seperti Jawa Barat dan Jawa Timur, banyak putra daerah yang memperkenalkan kuliner ini ke daerah perantauan mereka. Belum lagi di tambah dengan sistem penjualan modern semacam franchise / kemitraan / waralaba yang dikelola banyak pengusaha muda di daerah maupun di luar daerah. Di Purworejo mungkin sudah banyak yang menawarkan waralaba Dawet Ireng ini, tapi saya baru tahu ada tiga ‘brand’ yaitu, Dawet Ireng Alami, Dawet Ireng Murni, dan Dawet Ireng Asli, kesemuanya menerapkan sistim persen dari keseluruhan yang laku terjual setiap harinya bagi para pengecernya.

Si Legit Hitam Dari Purworejo


   
Si Legit Hitam Dari Purworejo


K
ue lompong adalah kue khas Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Kue ini berbahan dasar batang daun talas atau lompong, tepung merang, tepung ketan, gula pasir dengan isian tumbukan kacang tanah. Memiliki rasa yang manis, kue lompong memiliki keunikan tersendiri.Apa itu? Keunikan dari kue lompong adalah pembungkusnya yang menggunakan kelaras atau daun pisang yang sudah kering  Cara membungkusnya seperti tempe bungkus daun ala kampung dan diikat dengan tali. Karena dibungkus daun pisang kering inilah rasa kue lompong menjadi semakin khas. Aromanya juga harum dan unik.
Beberapa pembuat kue lompong pernah mencoba mengganti bahan pembungkus asli dengan plastik atau bahan-bahan lainnya, namun hasil yang didapat adalah kue menjadi lengket. Kelaras yang dipakai juga harus kering secara alamiah di pohon pisang alias daun yang sudah tua dan mengering dengan sendirinya. Jadi bukan kering karena dijemur, lo.
Selain itu, keunikan lain kue legendaris ini adalah warnanya yang hitam. Ya, yang kali pertama kali melihat kue lompong akan merasa aneh karena jarang-jarang ada kue berwarna hitam. Eits, tapi coba dulu, rasanya yang legit dan kenyal dijamin bikin kamu ketagihan. Menjadi keunikan tersendiri, warna hitam kue lompong ini berasal dari tanaman lompong atau lumbu atau talas yang dilumatkan dan dicampur ke dalam adonan kue lompong tersebut.
Oya, perlu kamu tahu, kue lompong ini bisa tahan lama, loh. Meski tanpa bahan pengawet, kue ini bisa bertahan hingga semingguan lebih. Semakin lama, tekstur kuenya akan semakin keras. Nah, kalau mau memakannya, kamu harus memanaskan terlebih dahulu dengan cara dikukus lagi. Karena tahan lama itu pula, kue unik ini sering kali dijadikan sebagai oleh-oleh khas Purworejo. Bahkan, ada juga para  pembeli yang memburu kue lompong untuk oleh-oleh saat bepergian ke Singapura, Amerika Serikat, dan Jerman. Wiih, jauh sekali ya.

Celorot, Makanan Unik Khas Purworejo


Celorot, Makanan Unik Khas Purworejo

B
erkunjung ke kota Purworejo rasanya tak lengkap kalau belum mencicipi kuliner khas kota . Diantara makanan khas di Purworejo, ada satu yang unik yaitu Clorot. Clorot ini merupakan makanan semacam "jenang" yang terbuat dari tepung beras dicampur gula merah, santan kelapa, sedikit garam, dan daun pandan sebagai aromanya. Adonan dimasukkan wadah yang terbuat dari janur kuning yang diulin membentuk kerucut mirip mainan terompet daun kelapa kemudian dikukus.
Selain bentuknya yang unik dan membuat penasaran orang yang baru mengenalnya, cara makannya juga unik. Bagi yang belum tahu pasti akan membuka (bahasa jawanya ngudari) wadah tersebut seperti orang membuka wadah es krim. Padahal cara makannya cukup sederhana dan nggak ribet yaitu dengan mendorong bagian bawah wadah yang terbuat dari janur tersebut. Ada sensasi tersendiri ketika mendorongnya, apalagi ketika melihat isi clorot mulai keluar. Imajinasi jadi berkembang gitu. Teksturnya lembut dan kenyal, rasanya perpaduan antara manis dengan gurih.
Clorot sering disajikan pada acara hajatan maupun saat lebaran. Saat ini pembuat clorot masih dapat ditemukan  di Pasar Grabag Kecamatan Grabag sekitar 30 km dari pusat kota Purworejo. Daerah Kecamatan Grabag merupakan daerah asal makanan ini. Di luar Grabag, makanan ini mulai sulit ditemukan. Oleh karena itu apabila anda penasaran, mending datang langsung ke Pasar Grabag, setelah itu bisa mengunjungi Pantai Ketawang yang letaknya tidak begitu jauh dari Pasar Grabag. Jika clorot dimasukkan dalam Indonesia Travel maka akan dapat mengenalkan potensi kabupaten Purworejo ke Indonesia bahkan dunia.


DAWET HITAM MANIS YANG SEMAKIN EKSIS

DAWET HITAM   MANIS   YANG   SEMAKIN   EKSIS D awet Ireng sebenarnya adalah minuman khas daerah Butuh, sebuah kecamatan d...